Lompat ke isi utama

Berita

Belajar dari Semut, Laba-Laba, dan Lebah: Refleksi Jajaran Bawaslu Paser tentang Makna Pengabdian

foto

Tana Paser, Tiga makhluk kecil yang disebutkan dalam Al-Qur'an — semut, laba-laba, dan lebah — menjadi bahan renungan jajaran Bawaslu Kabupaten Paser dalam kegiatan pembinaan karakter, mental, dan spiritual "Jumat Sehati" yang digelar daring pada Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema "Alam Mengajarkan Pengabdian: Belajar, Merawat, Memberi, dan Menjadi Bermanfaat", kegiatan ini menghadirkan Firman, S.P., M.Ling. sebagai pemateri, dengan Khalida Yuni Safitri, S.H. sebagai moderator.

Dari kisah semut dalam Surah An-Naml, jajaran diajak memahami pentingnya kepedulian dan saling mengingatkan antarsesama rekan kerja bahwa saling menegur bukan bentuk permusuhan, melainkan wujud kepedulian agar pekerjaan berjalan baik.

Dari laba-laba dalam Surah Al-Ankabut, disampaikan pesan bahwa sekuat apa pun struktur organisasi dibangun, semuanya akan rapuh tanpa fondasi integritas. Integritas sejati, menurut pemateri, justru terlihat saat seseorang tetap bekerja sesuai aturan meski tidak sedang diawasi.

Sementara dari lebah dalam Surah An-Nahl, jajaran diingatkan bahwa ukuran pengabdian bukan pada seberapa sibuk seseorang, melainkan seberapa besar manfaat yang dihasilkan dari pekerjaannya — termasuk pekerjaan-pekerjaan sederhana seperti pengumpulan data, administrasi, dan dokumentasi yang dilakukan jajaran Sekretariat Bawaslu Paser.

Ketiga pelajaran itu ditutup dengan pesan bahwa pengabdian tidak selalu harus besar. "Pengabdian dapat dimulai dari hal-hal sederhana: peduli terhadap sesama, menjaga integritas, bekerja dengan sungguh-sungguh, saling membantu, dan menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," demikian salah satu poin refleksi dalam kegiatan tersebut.