Lompat ke isi utama

Berita

Jadi MoU Pertama di Era Kepengurusan Baru, PWI Paser Sambut Positif Ajakan Kerja Sama Bawaslu

foto

Tana Paser, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Paser dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser, Kamis (10/9/2026), memiliki arti khusus bagi organisasi profesi wartawan tersebut. Pasalnya, kerja sama ini menjadi MoU resmi pertama yang dijalin PWI Kabupaten Paser pada periode kepengurusan saat ini.

Ketua PWI Kabupaten Paser, Muhammad Najib, mengaku kerja sama dengan berbagai instansi sebelumnya baru sebatas komunikasi informal, belum ada yang sampai pada tahap kesepakatan tertulis. Karena itu, ia menilai inisiatif dari Bawaslu Kabupaten Paser sebagai langkah yang cepat dan patut diapresiasi.

"PWI memiliki peran yang berdekatan dengan Bawaslu, yaitu sebagai pengawas sosial, namun dengan cakupan yang lebih luas, tidak hanya pada isu kepemiluan tetapi juga penyelenggaraan pemerintahan," ujar Najib dalam sambutannya, seperti tercatat dalam notulen rapat.

Ia juga menekankan bahwa PWI merupakan organisasi profesi yang berbeda dari organisasi kemasyarakatan pada umumnya, karena para anggotanya tetap menjalankan tugas jurnalistik di media tempat mereka bekerja masing-masing. Menurutnya, ke depan akan semakin banyak agenda yang menarik untuk diliput bersama Bawaslu, terlebih menjelang tahapan Pemilu dan seiring adanya potensi penambahan jumlah kursi DPRD.

Dalam kesempatan yang sama, Najib turut menyampaikan bahwa PWI Kabupaten Paser sebagai organisasi profesi hingga kini belum memiliki anggaran atau hibah dari pemerintah. Ia berharap, melalui pendekatan kerja sama semacam ini, dukungan terhadap organisasi pers di daerah dapat terjalin ke depannya.

Acara yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Paser itu turut dihadiri Bendahara PWI Saiful, serta pengurus dan anggota PWI lainnya dari berbagai bidang, termasuk Sahul dari Bidang Kerjasama dan Tendi dari Bidang Olahraga. Usai prosesi penandatanganan oleh Najib dan Ketua Bawaslu Nur Khamid, digelar sesi foto bersama serta diskusi antara kedua pihak untuk saling menyampaikan harapan atas keberlanjutan kerja sama.

Salah satu rencana konkret yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah penyelenggaraan pelatihan jurnalistik sebagai tindak lanjut MoU, dengan bentuk produk jurnalistik yang akan dirumuskan bersama pada pembahasan teknis berikutnya. Kedua pihak juga sepakat bahwa penyebaran informasi dari Bawaslu ke media akan bersifat operasional dan tidak bernilai komersial besar.