Menunda, Menyalahkan, Merasa Paling Benar: Kesalahan Kerja yang Disorot dalam Jumat Sehati Bawaslu Paser
|
Tana Paser, Menunda pekerjaan, menyalahkan orang lain, merasa paling benar, dan menganggap remeh pekerjaan kecil. Empat kebiasaan ini menjadi sorotan dalam Jumat Sehati IV yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Paser secara daring, Jumat (25/9/2026).
Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid, S.H., selaku pemateri mengingatkan bahwa kesalahan bukanlah akhir, melainkan bahan belajar. Peserta diingatkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dapat diselesaikan pada hari itu sebagai bagian dari menjaga amanah. Ketika terjadi kesalahan, peserta juga diajak tidak terburu-buru menyalahkan orang lain, tetapi terlebih dahulu melihat bagian diri sendiri yang perlu diperbaiki.
Untuk membangun etos kerja, disampaikan empat langkah:
Berani mengakui kekurangan
Memperbaiki niat
Saling mengingatkan dengan lembut
Terus meningkatkan kualitas diri
Peningkatan etos kerja disebut tidak harus dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten, seperti disiplin waktu, memeriksa kembali hasil pekerjaan, menjaga komunikasi dengan rekan kerja, dan tidak menunda tugas, menjadi fondasi yang penting. Peserta juga diajak membedakan antara mengakui kesalahan sebagai bentuk tanggung jawab dan menyalahkan diri sendiri.
Setiap pekerjaan, baik terkait dokumen, data, arsip, laporan, maupun pengawasan, merupakan bagian dari amanah Bawaslu Kabupaten Paser. Karena itu, pekerjaan yang baik bukan hanya yang selesai, tetapi yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.