Bawaslu Tetap Bergerak Pasca Pemilu, Fokus pada Konsolidasi dan Penguatan Demokrasi
|
Tana Paser – Meski tahapan pemilu telah usai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kalimantan Timur tegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan penguatan demokrasi. Langkah ini dilakukan guna menjaga konsolidasi dan meningkatkan kapasitas kelembagaan, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal hal ini bisa menjadi arahan pada seluruh anggota bawaslu kabupaten kota se kalimantan Timur.
Anggota Bawaslu Kalimantan Timur, Wamustofa Hamzah, menuturkan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti setelah proses pencoblosan. Menurutnya, penguatan kesadaran politik masyarakat harus terus berjalan agar demokrasi semakin kokoh. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Penguatan kelembagaan pengawas Pemilu bersama mitra bawaslu di Kabupaten Paser, Senin (16/9)
“Bawaslu tidak hanya hadir saat pemilu. Di luar tahapan pun kami tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan penguatan, baik bagi internal kelembagaan maupun masyarakat. Ini bagian dari investasi demokrasi ke depan,” ujarnya.
Upaya penguatan tersebut, kata Wamustofa, dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) di tubuh Bawaslu, termasuk dengan adanya pelantikan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). “Secara internal, kami terus menyiapkan SDM yang kuat agar pada saat hari H pemilu, Bawaslu benar-benar siap bertugas,” tambahnya.
Di sisi lain, Bawaslu juga tetap melaksanakan kegiatan eksternal meski terkendala keterbatasan anggaran. Beberapa kegiatan bahkan dilakukan secara daring menggunakan platform Zoom, agar konsolidasi tetap berjalan di seluruh kabupaten/kota.
“Meskipun ada efisiensi anggaran, kami tetap bisa berkonsolidasi, berdiskusi, dan melakukan penguatan kelembagaan. Semangat demokrasi tidak boleh surut hanya karena keterbatasan dana,” tegas Wamustofa.