Firman: Mahasiswa Harus Berani Lapor ke Bawaslu
|
Paser – Anggota Bawaslu Kabupaten Paser, Firman, menegaskan bahwa mahasiswa harus berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penanganan Pelanggaran Pemilu yang digelar di Kampus Widya Praja, Rabu (03/09/2025).
Menurut Firman, demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Paser, harus terus dikawal agar mampu melahirkan pemimpin yang jujur dan amanah. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawasi jalannya demokrasi.
“Jika ada pelanggaran, mahasiswa jangan ragu melapor ke Bawaslu. Sesuai dengan semangat mahasiswa sebagai agen perubahan, langkah itu akan berdampak besar bagi demokrasi kita,” tegas Firman.
Ia juga menyoroti praktik politik uang (money politics) yang kerap muncul pada setiap tahapan pemilu maupun pemilihan. Firman meminta mahasiswa untuk berani menolak sekaligus menyuarakan bahaya politik uang.
“Money politik sangat berbahaya bagi demokrasi. Karena itu mahasiswa harus tegas menolak, sekaligus menjadi penyampai pesan bahwa praktik tersebut merusak masa depan bangsa,” tambahnya.
Terkait mekanisme pelaporan, Firman menjelaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat cukup datang langsung ke kantor Bawaslu, menghubungi media sosial resmi, atau melapor melalui website Sigap Lapor.
Dengan peran aktif mahasiswa, Bawaslu Paser berharap pengawasan partisipatif dapat semakin kuat sehingga proses demokrasi berlangsung bersih, adil, dan bermartabat.