Lompat ke isi utama

Berita

73 Persen Manusia Takut Bicara di Depan Umum, Ini Trik yang Dibagikan Bawaslu RI ke Jajaran Bawaslu Paser

foto

Tana Paser – Sebuah fakta mengejutkan mengemuka dalam Pelatihan Public Speaking bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Paser, Jumat (31/7/2026): sekitar 73 persen manusia ternyata takut berbicara di depan umum, dan 88,7 persen di antaranya bahkan mengalami fobia sosial terkait hal tersebut. Fakta ini disampaikan narasumber dari Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Bawaslu Republik Indonesia, Nira Caesa Azani, dalam kegiatan yang digelar secara daring via Zoom Meeting.

Tak hanya itu, riset yang dipaparkan juga menyebutkan bahwa sekitar 70 persen kesan pertama seseorang justru ditentukan oleh cara penyampaian, bukan oleh isi pembicaraan itu sendiri. Artinya, intonasi, ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh punya peran besar—bahkan materi sederhana bisa lebih menarik perhatian dibanding materi bagus yang disampaikan secara monoton.

Salah satu pesan kunci yang ditekankan narasumber adalah soal rasa gugup. Menurutnya, gugup merupakan warning system alami dalam diri manusia yang justru menunjukkan kepedulian terhadap audiens—bukan sesuatu yang perlu dihilangkan, melainkan dikelola menjadi energi positif.

Untuk mengelola gugup, narasumber membagikan sejumlah teknik praktis yang bisa langsung dicoba siapa saja:

  • Teknik pernapasan 4-7-8 – tarik napas selama 4 detik, tahan 7 detik, embuskan perlahan selama 8 detik untuk menenangkan sistem saraf sebelum tampil.

  • Fenomena lima menit pertama – gugup di awal penampilan adalah hal wajar dan umumnya mereda setelah lima menit berbicara.

  • Ritual pra-tampil – latihan vokal mengucapkan A-I-U-E-O minimal tiga menit, ditambah lima menit menenangkan diri sebelum tampil.

  • Afirmasi ketuk tubuh – mengetuk titik alis, bawah hidung, dan tulang leher sambil mengulang kalimat “semakin bersiap, semakin tidak gugup”.

Nira juga membagikan strategi komunikasi khusus saat berhadapan dengan pimpinan: sampaikan kesimpulan atau solusi terlebih dahulu sebelum masuk ke penjelasan rinci, didukung data riset yang memadai agar argumentasi lebih kredibel. Jika menghadapi pertanyaan yang belum diketahui jawabannya, ia menyarankan meminta waktu untuk riset terlebih dahulu, alih-alih menjawab asal-asalan.

Untuk situasi pelayanan publik, seperti menerima tamu atau pengadu yang datang dalam keadaan marah, narasumber menekankan pentingnya menanyakan nama tamu, memperkenalkan diri, membangun kedekatan (bonding) sebelum menyampaikan informasi teknis, serta mengenalkan petugas lain apabila penanganan perlu dialihkan.

Ia turut menegaskan bahwa kepribadian introvert bukan penghalang untuk menguasai public speaking, selama diimbangi persiapan matang, penggunaan naskah atau pointer, dan pembiasaan diri berbicara dari forum-forum kecil.

“Kemampuan public speaking bukan bakat bawaan semata, melainkan keterampilan yang dapat dilatih dan dikembangkan oleh siapa pun,” tegas narasumber, sebagaimana tercatat dalam notulen kegiatan.

Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pimpinan, sekretariat, dan pegawai Bawaslu Kabupaten Paser ini dipandu moderator Khalida Yuni Safitri dan dibuka resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid.