Amanah Tak Hanya Soal Jabatan: Pesan Kajian Spiritual untuk Jajaran Bawaslu Paser
|
Tana Paser — Amanah bukan sekadar berkaitan dengan jabatan, melainkan mencakup penggunaan waktu kerja, pengelolaan data dan informasi, pemanfaatan fasilitas negara, hingga kualitas laporan yang disusun. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Jumat Sehati yang digelar Bawaslu Kabupaten Paser, Jumat (28/8/2026), mengusung tema "Amanah dalam Tugas, Bermakna dalam Pengabdian".
Narasumber kegiatan, Fauzan, S.Sos.I., M.Sos., mengingatkan bahwa lawan dari amanah adalah khianat, yakni penyalahgunaan kepercayaan yang diberikan. Ia mencontohkan sejumlah bentuk pengkhianatan amanah yang dapat terjadi di lingkungan kerja, seperti manipulasi data, laporan yang tidak sesuai fakta, penyalahgunaan kewenangan, hingga penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Sebagai ilustrasi, disampaikan kisah penggembala yang tetap jujur karena merasa selalu diawasi Allah SWT, sebagai gambaran pentingnya menjaga amanah sekalipun tanpa pengawasan manusia. Narasumber juga menguraikan lima syarat agar tugas dapat dilaksanakan secara bermakna, yakni ikhlas, memiliki ilmu dan kompetensi, itqan (sungguh-sungguh dan teliti), sabar dan istiqamah, serta memastikan cara dan hasil kerja yang halal.
Melalui sesi muhasabah, seluruh peserta — mulai dari Ketua, Anggota, Plt. Kepala Sekretariat, Kasubbag Administrasi, hingga staf — diajak mengevaluasi penggunaan waktu, kualitas pekerjaan, dan tanggung jawab masing-masing terhadap tugas yang diemban.