Bawaslu Paser Perkuat Kapasitas SDM Jelang Pemilu 2029 lewat Pelatihan Public Speaking
|
Tana Paser – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas melalui Pelatihan Public Speaking bagi seluruh jajaran pimpinan, sekretariat, dan pegawai, Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber dari Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Bawaslu Republik Indonesia, Nira Caesa Azani.
Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan investasi penting bagi organisasi, terutama pada masa non-tahapan Pemilu. Menurutnya, periode ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kompetensi pegawai agar lebih siap menyambut tahapan Pemilu Tahun 2029, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun profesionalisme kerja.
“Kesiapan komunikasi menjadi salah satu aspek yang menentukan bagaimana citra kelembagaan Bawaslu terbentuk di mata publik, terutama saat harus menjelaskan kebijakan pengawasan, menanggapi kritik masyarakat, maupun berinteraksi dengan peserta pemilu,” demikian arahan Nur Khamid dalam sambutannya, seperti tercatat dalam notulen kegiatan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang bersedia berbagi pengalaman di tengah kesibukan tugas kedinasan, sekaligus mengenang hubungan kerja yang telah terjalin sejak sama-sama bertugas di Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur.
Moderator kegiatan, Khalida Yuni Safitri, dalam pengantarnya menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan lagi kompetensi eksklusif bagi pembawa acara atau narasumber, melainkan telah menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap aparatur birokrasi—mulai dari memimpin rapat, menyampaikan laporan, hingga melayani masyarakat.
Narasumber Nira Caesa Azani turut menegaskan bahwa Bawaslu memiliki karakteristik khas dibanding instansi pemerintah lain karena berada pada dua dimensi sekaligus: dimensi birokrasi dan dimensi politik. Kondisi ini menuntut aparatur Bawaslu memiliki kemampuan komunikasi yang fleksibel agar mampu berinteraksi profesional dengan pemerintah maupun para pemangku kepentingan kepemiluan, tanpa kehilangan independensi dan netralitas kelembagaan.
Sebagai kelanjutan kegiatan, disepakati sejumlah langkah tindak lanjut yang menyasar seluruh peserta, staf frontliner, hingga pimpinan. Nur Khamid sendiri disarankan mengubah format naskah sambutan dari bentuk tekstual penuh menjadi pointer agar penyampaian lebih luwes.
Narasumber Nira Caesa Azani juga menyampaikan rencana membuka kelas public speaking khusus bagi jajaran Bawaslu setelah dirinya beralih ke jabatan fungsional Widyaiswara, meski jadwal pastinya belum ditetapkan secara resmi.
Kegiatan yang diikuti Ketua, Koordinator Divisi, Plt Kepala Sekretariat, Kasubbag Administrasi, hingga staf sekretariat ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan pengetahuan yang diperoleh dapat terus diamalkan dalam pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari.