Eka Dua Lolo Pimpin Tim Fasilitasi Kehumasan Bawaslu Paser, Seluruh Pegawai Jadi Kontributor Konten
|
Tana Paser – Bawaslu Kabupaten Paser resmi membentuk struktur Tim Fasilitasi Kehumasan sebagai pelaksana utama pengelolaan publikasi kelembagaan. Pembentukan tim ini disampaikan dalam rapat sosialisasi SOP dan Pedoman Kehumasan yang digelar secara daring, Selasa (24/7/2026).
Tim ini dipimpin oleh Eka Dualolo, yang menjabat Kepala Sekretariat sekaligus Kepala Sub Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas, selaku Ketua Tim. Ia bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan produksi konten, mulai dari pembagian pekerjaan, pengawasan kualitas hasil produksi, hingga memastikan setiap tahapan berjalan sesuai SOP yang ditetapkan.
Tim pelaksana inti beranggotakan Hamdani, Anggun, Astri, Agus, dan Kheru, yang bertugas menangani desain grafis, penyuntingan video, penyusunan caption, pengemasan materi publikasi, serta pengelolaan identitas visual kelembagaan. Di luar tim inti, seluruh pegawai Bawaslu Kabupaten Paser ditetapkan sebagai kontributor yang wajib menyampaikan ide, gagasan, maupun materi publikasi sesuai bidang tugas masing-masing.
Dalam rapat tersebut, Anggun yang juga berperan sebagai administrator media sosial menjelaskan alur kerja tim: seluruh materi yang telah disetujui akan diteruskan ke Tim Kehumasan untuk diproses secara desain grafis, penyuntingan video, penyesuaian identitas visual, hingga pengemasan sesuai karakteristik masing-masing platform. Proses produksi direncanakan berlangsung setiap Rabu atau Kamis, setelah materi diterima dari rapat koordinasi hari Senin.
Setiap hasil produksi wajib melalui proses pengendalian kualitas (quality control) dan mendapat persetujuan Koordinator Divisi HP2H sebelum dipublikasikan, guna memastikan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan, ketepatan substansi, penggunaan bahasa baku, serta kualitas visual yang mencerminkan identitas kelembagaan.
Koordinator Divisi HP2H, Fauzan, menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh pegawai sebagai kontributor merupakan langkah strategis agar publikasi tidak lagi bergantung pada individu atau divisi tertentu, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi tahapan kepemiluan ke depan.