Lompat ke isi utama

Berita

Jangan Mudah Percaya Hoaks dan Tolak Politik Uang, Pesan Bawaslu Paser untuk Pelajar

foto

Tana Paser, Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, pelajar diingatkan agar tidak mudah percaya dan tidak sembarangan membagikan informasi politik. Pesan itu disampaikan Bawaslu Kabupaten Paser dalam kegiatan “Bawaslu Mengajarkan” di SMK Negeri 4 Tanah Grogot, Selasa (27/10/2026).

Anggota Bawaslu Kabupaten Paser, Firman, S.P., M.Ling., selaku pemateri menjelaskan bahwa hoaks dan misinformasi dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap informasi politik dan kepemiluan. Informasi yang tidak akurat bisa menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kualitas diskusi publik. Karena itu, pelajar diminta membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkannya dengan sumber tepercaya, dan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial dan aplikasi percakapan.

Materi juga menyoroti politik uang, yaitu pemberian atau janji pemberian sesuatu untuk memengaruhi penggunaan hak pilih. Praktik ini dinilai merusak integritas pemilu karena pilihan politik dipengaruhi keuntungan material, bukan pertimbangan rasional dan kepentingan masyarakat. Peserta diajak menolak politik uang dan mendukung budaya demokrasi yang jujur, bebas, dan bertanggung jawab.

Selain itu, siswa diperkenalkan pada risiko politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan yang dapat memicu perpecahan serta mengganggu hubungan sosial. Pelajar diharapkan menjaga sikap saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan identitas sebagai alasan mendiskriminasi atau menyerang pihak lain.

Materi lain mencakup penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan untuk kepentingan politik, yang dapat mengganggu prinsip keadilan dalam pemilu. Peserta juga mengenal pihak-pihak yang menjadi objek pengawasan, seperti peserta pemilu, KPU, kepala desa dan perangkat desa, anggota TNI/Polri, aparatur sipil negara, dan masyarakat.

Melalui materi tersebut, Bawaslu berharap pelajar tumbuh sebagai pemilih yang cerdas dan rasional, serta tidak mudah terpengaruh hoaks maupun praktik yang merusak integritas pemilu pada Pemilu 2029.