Kenali Unsur "Why" dan "How", Kunci Berita Kelembagaan yang Berkualitas
|
Tana Paser – Unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) menjadi bagian paling penting dalam penulisan berita kelembagaan. Hal ini disampaikan Fauzan, S.Sos.I., M.Sos., Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Paser, saat menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Penulisan Berita dan Publikasi yang digelar secara daring, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, meskipun berita harus memenuhi keenam unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how), dua unsur terakhir kerap menjadi pembeda kualitas sebuah berita instansi. Unsur why menjelaskan alasan dan latar belakang kegiatan dilaksanakan, sementara how menguraikan metode pelaksanaan dan hasil yang diharapkan. Dengan begitu, berita tidak hanya memuat informasi administratif seperti waktu dan tempat, tetapi juga mampu menjelaskan substansi kegiatan secara komprehensif.
Selain itu, narasumber juga memaparkan pentingnya struktur piramida terbalik dalam penulisan berita, yakni menempatkan informasi paling penting di paragraf pembuka agar pembaca dapat memahami inti berita hanya dari bagian awal. Paragraf berikutnya baru diisi penjelasan rinci, kutipan narasumber, dan informasi pendukung.
Dari sisi gaya bahasa, ia mengingatkan agar penulis berita menggunakan kalimat aktif yang lugas dan sederhana, serta menghindari istilah internal yang sulit dipahami masyarakat umum. Ia juga menguraikan empat bentuk tulisan kehumasan yang perlu dikuasai, yaitu berita kegiatan, siaran pers, artikel/opini, dan caption media sosial, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.
Materi turut menyinggung sejumlah kesalahan umum dalam merilis siaran pers atau berita, seperti sudut pandang yang keliru, judul kurang menarik, penggunaan akronim yang tidak dikenal luas, hingga naskah yang tidak lengkap unsur 5W+1H-nya. Ia berharap, dengan memahami kaidah ini, seluruh pegawai Bawaslu Kabupaten Paser dapat berkontribusi menyusun draft berita yang layak muat, sehingga proses penyuntingan dan publikasi dapat berjalan lebih cepat dan berkualitas.