Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Paser: Integritas Demokrasi Dimulai dari Hubungan Internal Lembaga

foto

Tana Paser, Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid, menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan netralitas yang selama ini dituntut dari penyelenggara pemilu kepada pihak eksternal, harus terlebih dahulu diwujudkan dalam hubungan kerja internal lembaga. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan pembinaan karakter "Jumat Sehati" yang digelar daring, Jumat (21/8/2026), diikuti sekitar 20 jajaran pimpinan dan staf.

Dalam paparannya, Nur Khamid mengajak seluruh jajaran melakukan refleksi apakah nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan dalam pengawasan pemilu sudah benar-benar diterapkan dalam lingkungan kerja sendiri. Ia menyoroti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu tidak dibangun semata dari kinerja pengawasan di lapangan, tetapi juga dari kualitas hubungan dan integritas di antara jajaran internal.

Sebagai bentuk komitmen, seluruh peserta menyepakati empat komitmen bersama: menjaga lisan, menjaga hati, menjaga kebersamaan, dan menjaga amanah kelembagaan. Nur Khamid menyebut kekuatan Bawaslu Kabupaten Paser bukan hanya terletak pada fasilitas atau kewenangan yang dimiliki, melainkan pada kualitas sumber daya manusia dan kepercayaan yang terjalin di antara jajarannya.

"Menjaga lisan adalah menjaga amanah, menjaga hati adalah menjaga persaudaraan, dan keduanya merupakan fondasi integritas Bawaslu Kabupaten Paser," demikian pesan inti yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Jumat Sehati rencananya akan menjadi agenda rutin mingguan sebagai bagian dari budaya pembinaan internal berkelanjutan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Paser.