Ketika Pramuka Diajak Jaga Demokrasi: Antusiasme Kwarcab Paser Sambut Saka Adhyasta
|
Tana Paser – Suasana Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Paser terasa berbeda pada Kamis (27/8/2026). Bukan agenda pengawasan pemilu biasa, pertemuan itu justru diwarnai salam dan tepuk pramuka yang dipimpin Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Paser, Safaruddin, sebelum audiensi dengan Bawaslu Paser dimulai.
Di balik suasana akrab tersebut, tersimpan agenda serius: rencana pembentukan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu, wadah bagi anggota Pramuka untuk terlibat aktif sebagai pengawas partisipatif pemilu di Kabupaten Paser.
Bagi Ketua Kwarcab Paser, Suwito, ajakan ini disambut dengan rasa bangga. "Merupakan kebahagiaan dan prestasi bagi kami jika dilibatkan dalam demokrasi di Kabupaten Paser, sehingga kami bisa berbuat hal positif untuk kabupaten ini," ungkapnya di hadapan jajaran Bawaslu Paser.
Meski menyambut antusias, Suwito tak menutupi bahwa pihaknya masih membutuhkan pemahaman lebih mendalam. Ia meminta penjelasan detail mengenai cara kerja Saka Adhyasta, baik saat tahapan pemilu berlangsung maupun di luar tahapan, sekaligus meminta Bawaslu memberi masukan atas kemungkinan kendala di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Safaruddin mengenalkan satu istilah yang belum akrab di telinga banyak orang: Prasiaga, sebuah kategori dalam struktur Pramuka yang memiliki keterkaitan dengan isu pengawasan pemilu dan pilkada. Ia menyebut Pramuka di Paser bakal segera disosialisasikan ke gugus depan-gugus depan begitu koordinasi lebih lanjut rampung.
Harapan senada disampaikan anggota Kwarcab Paser, Nasrudin, yang mendorong agar musyawarah kepengurusan segera digelar, sehingga proses menuju penerbitan Surat Keputusan (SK) pembentukan Saka Adhyasta dapat berjalan setelah berkoordinasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda).
Dari ruang rapat sederhana itu, tergambar harapan besar: generasi muda Pramuka Paser tak hanya dikenal lewat tali-temali dan kegiatan alam terbuka, tapi juga akan hadir sebagai mata dan telinga tambahan dalam menjaga demokrasi di kampung halaman mereka.