Refleksi Spiritual Daring Bawaslu, Angkat Keteladanan Hudzaifah bin Al-Yaman dalam Menjaga Amanah
|
Tana Paser 23 Oktober 2026 – Jajaran Bawaslu mengikuti refleksi spiritual yang digelar secara daring pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan bertema “Belajar dari Hudzaifah bin Al-Yaman: Menjaga Amanah di Tengah Fitnah” ini menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Paser, Firman, M.Ling, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa pengawasan adalah amanah besar. Pengawasan bukan sekadar prosedur, tetapi kepercayaan yang harus dijaga dengan adil, jernih, dan bertanggung jawab. Pesan ini merujuk pada QS. An-Nisa ayat 58 tentang perintah menyampaikan amanah kepada yang berhak.
Hudzaifah bin Al-Yaman, sahabat Rasulullah SAW, diangkat sebagai teladan karena dikenal tajam membaca fitnah dan kemunafikan. Kepercayaan besar yang diembannya dijaga, bukan dijadikan alat kuasa. Kewaspadaan yang dicontohkannya disebut bukan prasangka, melainkan disiplin mengenali risiko sebelum amanah terluka.
Peserta juga diajak memahami tiga kualitas penjaga amanah: mata yang jeli untuk mengawasi secara cermat, pikiran yang jernih untuk bersikap objektif dan bijak, dan hati yang bersih untuk menjaga niat dan integritas.
Kegiatan ditutup dengan doa agar jajaran Bawaslu dikuatkan menjaga amanah serta dikaruniai kebijaksanaan dalam menilai, keberanian dalam bertindak, kerendahan hati dalam melayani, dan keadilan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.